Category Archives: pinggir lapangan

Real Sociedad Ikat Kontrak Dengan Tunawisma

Anda pernah merasa bahwa sudah tak ada lagi orang baik di dunia ini? Atau pernahkah anda merasa bahwa anda sudah tak memiliki harapan di kehidupan ini? Kedua hal tersebut sempat terlintas di benak seorang tunawisma yang selama berbulan – bulan tidur di luar kandang klub Spanyol, Real Sociedad.

Nama tunawisma tersebut adalah Ruben Vitoriano. Hanya seekor anjing yang menemani kesehariannya disaat dirinya tinggal selama sekitar 8 bulan di sekitar pintu gerbang Anoeta Stadium. Sebelumnya, Ruben telah berkelana dari satu emperan ke emperan yang lain di kawasan San Sebastian selama 3 tahun lamanya.

_real-sociedad

 

Menyadari bahwa Ruben adalah ‘suporter paling setia’ Real Sociedad. Manajemen klub tersebut tergerak hatinya untuk memberi Ruben sebuah pekerjaan. Walhasil, diangkatlah pria berusia 35 tahun itu menjadi salah satu karyawan.

real-sociedad__

Seperti juga para pemain Real Sociedad, Ruben juga terikat kontrak dengan klub tersebut. Bedanya, kalau Juanmi dan Willian Jose memperkuat lini serang Real Sociedad, maka Ruben memperkuat divisi maintenance dari klub yang pekan ini bertengger di peringkat ke 6 La Liga itu.

real-sociedad_

Status kontrak Ruben juga bisa diperpanjang jika dirinya mampu menunjukkan performanya di ‘lapangan pekerjaannya’.

Berkat kontrak barunya itu, kini Ruben dan anjing kesayangannya, Mundo, tak lagi harus tidur di emperan toko atau pinggir jalan. Selain itu, Ruben juga bisa menyaksikan pertandingan secara live setiap kali La Real menjamu lawannya di kandang.

Tendangan bebas:

Real Sociedad telah menjadikan Anoeta Stadium sebagai markas mereka semenjak 1993. Stadion berkapasitas 32. 200 penonton tersebut adalah salah satu stadion elite UEFA, yang berarti Anoeta Stadium bisa digunakan untuk menggelar partai final Liga Champion atau Liga Eropa.

Sumber: Marca

Advertisements

Siap – Siap, Pele Mau Gadaikan Sepatunya!

Di tanggal 7 hingga 9 Juni yang akan datang, legenda sepak bola asal Brazil, Pele, rencananya bakalan menawarkan beragam item menarik buat para kolektor memorabilia sedunia.

Item – item tersebut akan ditawarkan lewat sebuah event lelang yang digelar oleh sebuah rumah lelang di London. Barang milik Pele yang akan ditawarkan pada event lelang tersebut diperkirakan berjumlah 2,000 item.

pele2

Salah satu item yang ditawarkan adalah sepasang sepatu bola berwarna hitam milik Pele. Sepatu bermerk Puma itu pernah dikenakan Pele saat melakoni berbagai pertandingan yang digelar di tahun 70 an.

pele1

 

Edson Arantes do Nasciment alias Pele, juga menjual beberapa jersey (kostum bola) saat dirinya memperkuat Santos FC dan New York Cosmos.

Koleksi lainnya yang ikut dilelang adalah sebuah replika trofi Jules Rimet yang diterima kesebelasan Brazil saat mereka menjuarai Piala Dunia 1958 di Swedia.

pele10

pele11

Pele juga merelakan 3 medali Piala Dunia nya untuk dilelang. Medali – medali tersebut diterimanya saat Brazil menjuarai Piala Dunia di tahun 1958, 1962 dan 1970.

pele9

Pengamat memperkirakan, trofi Jules Rimet yang ditawarkan bakal laku seharga 5 hingga 7,7 milyar. Sedangkan medali Piala Dunia yang dulunya pernah dikalungkan ke leher Pele saat Brazil memenangkan 3 kali piala dunia nya diperkirakan bakal laku seharga 2,5 milyar per medali.

pele7

 

Para kolektor memorabilia sport juga punya kesempatan untuk mendapatkan sebuah bola yang terbuat dari kaos kaki yang dulu pernah digunakan Pele berlatih bermain bola di pinggir jalan. Selain itu, ditawarkan pula sebuah bola yang dilesakkan ke gawang saat Pele membukukan gol nya yang ke 1000 di sepanjang karirnya.

Hasil lelang semuanya akan di donasikan untuk sebuah rumah sakit anak bernama Pequeno Principe yang terbangun di kawasan Curitiba, Brazil.

 

 

Tendangan Bebas:

Di tahun 1967, perang saudara di Nigeria dihentikan secara resmi selama 48 jam agar tentara pemerintah dan pemberontak bisa menyaksikan Pele berlaga di sebuah pertandingan yang digelar di negara tersebut.

Rumah Bordil Ini Sponsori Klub Sepak Bola Jerman (Diskon Buat Suporter Yang Berkunjung ke Sana!)

Di Indonesia, kawasan pelacuran seperti yang ada di Kalijodo, Jakarta Utara tak lama lagi bakal digusur dan dijadikan kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH). Tapi, di Jerman, sebuah rumah bordil justru ikut mendukung pemain bola agar bisa merumput di lapangan hijau.

Para pemain bola tersebut berasal dari klub SV Sandhausen. Klub ini bermain di divisi 2 liga sepak bola Jerman. Baru – baru ini, petinggi klub tersebut mengumumkan bahwa mereka telah mengikat kontrak kerjasama dengan sebuah rumah bordil bernama Bienenstock Eros Centre. Lokasinya berada di kota Heidelberg.

bienenstock 1

Bienenstock Eros Centre mengklaim bahwa rumah bordil nya adalah tempat plesiran pria hidung belang paling “eco – friendly” di seluruh dunia. Kabarnya, keunggulan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa pemilik klub SV Sandhausen mau mengikat kontrak kerja sama dengan mereka.

bienenstock 2.jpg

“Mereka adalah partner (kerjasama) yang serius. Minuman beralkohol dan rokok sudah sering mensponsori klub sepak bola. Paling tidak, Bienenstock peduli akan lingkungan,” ujar Jurgen Meier Mach, General Manager SV Sandhausen.

bienenstock 4.jpg

Menariknya, di perjanjian antara SV Sandhausen dan Bienenstock Eros Centre terdapat pula klausul yang menyatakan bahwa rumah bordil yang memiliki 30 kamar buat para tamunya itu memberi diskon bagi fans klub SV Sandhausen yang ingin mendapatkan ‘pelayanan’ di sana.

bienenstock 3

Nah, tertarik untuk jadi fans klub SV Sandhausen?

SV Sandhausen bukanlah satu – satunya klub sepak bola yang menjalin kerjasama sponsorship dengan rumah bordil. Salah satu klub sepak bola Yunani, Voukefalas FC, juga pernah menjalin kontrak sponsorship dengan rumah bordil. Nama rumah bordil tersebut adalah Villa Erotica. Menariknya, nama tersebut ikut tertulis di kostum para pemain Voukefalas FC.

villa erotica.jpg

Klub Yunani lainnya, Palaiopyrgos FC, malah menggandeng rumah pelayanan penguburan jenazah sebagai partner kerjasama mereka. Nama rumah pelayanan tersebut adalah Trikala.

trikala.jpg

Semoga saja performa Palaiopyrgos FC di atas lapangan hijau tidak membuat mereka “terkubur” di papan bawah klasemen.

 

 

 

Ternyata, Nggak Perlu Banyak Lari Kalau Mau Hebat Kaya’ Messi

Kabar mencengangkan baru – baru ini dirilis oleh sebuah media massa di Spanyol. Kabar tersebut berisikan data statistik bahwa Lionel Messi adalah pemain yang paling sedikit berlari di lapangan di bandingkan rekan – rekan satu timnya (kecuali penjaga gawang).

data messi

Saat Arsenal menjamu Barcelona di laga Champion beberapa hari lalu, total jarak yang ditempuh oleh Messi dengan berlari hanyalah 8,4 KM. Sebagai perbandingannya, rekan satu tim Messi, Andreas Iniesta, berlari sepanjang 11,4 KM di pertandingan yang sama. Peringkat kedua ‘pemain paling malas’ dipegang oleh Javier Mascherano dengan jarak tempuh 9.2 KM.

Tak salah kalau Cesar Luis Menotti pernah bilang, “Kalau di lapangan, Messi bisa ngobrol santai dengan istri dan anak – anaknya di handphone, lalu tiba – tiba berlari dan mencetak gol”.

Genius.

 

diego costa

Gaji Kurang, Diego Costa Cari Sampingan

Gaji £185,000 per minggu sepertinya tak cukup buat striker Chelsea, Diego Costa. Buktinya, ia tetap mencari pekerjaan sambilan. Beberapa hari yang lalu, pesepakbola yang juga bermain untuk timnas Spanyol tersebut ‘kedapatan’ tengah menggunakan busana pembuat roti di salah satu toko roti di London. Rupanya untuk mencari tambahan, Costa memilih bekerja di toko roti. Agar tak ketahuan, Costa sengaja tak mengenakan kostum berwarna biru kebanggaan The Blues.

Tentu saja sang tukang roti bukanlah Diego Costa. Foto diatas diambil oleh Gary Lineker. Gary memang terkenal punya selera humor yang tinggi. Belum lama ini, Gary plesiran keluar rumah untuk mencari makanan buat anjing kesayangannya. Di jalan, mantan pesepak bola Inggris yang pernah menandatangani kontrak seharga (hanya) £2,8 juta dengan klub Barcelona tersebut bertemu dengan “Diego Costa”, sang tukang roti. Gary pun mengambil gambarnya dan menguploadnya di akun instagram miliknya.

tendangan bebas:

Gary Lineker pernah bermain untuk Leicester City, Totenham Hotspur dan Barcelona. Selain itu ia juga membela ‘The Three Lions’ di ajang Internasional. Menariknya, Gary tidak pernah sekalipun mendapatkan kartu kuning ataupun kartu merah di sepanjang karirnya. Atas prestasinya itu FIFA menganugerahinya FIFA Fair Play Award di tahun 1990.

sumber: ESPN FC Asia